MENGGALI HIKMAH SHALAT

Tahukah kamu bahwa ibadah yang pertama kali akan dihisab oleh Allah SWT adalah Shalat? Ternyata shalat selain sebagai media komunikasi antara kita sebagai hamba Allah dengan sang Rabb, shalat juga memiliki rahasia dan filosofis yang mendalam. Perilaku shalat dalam kehidupan sehari-hari akan melahirkan pribadi yang utuh. Oleh karena itu, janganlah kita berani meninggalkan shalat (5 waktu) dan jadikanlah shalatmu sebagai kebutuhan, bukan hanya sekedar kewajiban.

Allah SWT berfirman :

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu, Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. Dan sesungguhnya meningat Allah (Shalat) itu adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Ankabut : 45)

 

Masyarakat kontemporer (Masyarakat jaman Now) adalah masyarakat yang syarat dengan problem. Salah satu problem yang banyak menimpa masyarakat kita adalah kecemasan dan keresahan pada jiwa anggota masyarakat. Kecemasan dan keresahan ini sesungguhnya muncul dari situasi jiwa yang tidak sehat. Situasi jiwa yang tidak sehat ini bersumber dari perubahan pola hidup manusia dari pola hidup tradisional yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual, kekeluargaan, sopan santun dan lain-lainnya kepada cara hidup yang baru (modern) yang cenderung materialistik, hedonistik, dan individualistik. Misalnya saja, jika seorang manusia cenderung berjiwa materialis, hedonis atau individualis, maka tidaklah sulit membayangkan bila yang timbul pada jiwanya adalah sepi, hambar dan tanpa tujuan hidup yang jelas.

Situasi kejiwaan seperti inilah yang sering disebut dengan istilah alienasi atau keterasingan. Apa maksudnya ? Secara riil dia berada dalam keramaian tetapi hatinya merasa gersang dan kesepian. Dan penyakit jiwa seperti inilah yang lazim menimpa masyarakat perkotaan. Pertanyaannya, mengapa terjadinya di perkotaan bukan di pedesaan? Karena masyarakat perkotaanlah yang merasakan secara langsung efek perubahan pola hidup dan nilai-nilai hidup.

Dalam kondisi seperti ini, sesungguhnya Islam memberikan obat yang mujarab dengan apa yang terkandung dalam ajarannya yaitu shalat. Shalat disamping sebagai kewajiban seorang hamba kepada tuhannya, sebenarnya juga sangat positif untuk relaksasi bagi ketenangan jiwa dan pikiran. Karenanya, hamba yang gemar mendirikan shalat akan berbeda dengan dengan hamba yang jarang shalat, apalagi tidak pernah shalat. Orang yang gemar melaksanakan shalat akan berpotensi terhindar dari problem kejiwaan pada zaman sekarang.

Pekerjaan shalat, meskipun tampaknya simpel dan sederhana, tetapi untuk melakukannya bagi kebanyakan orang sangatlah sulit. Yang sulit sesungguhnya terletak pada kedisiplinan untuk melaksanakannya, terutama disiplin pada waktunya.

Maka shalat yang berkualitas adalah shalat yang benar-benar karena Allah SWT, tidak ada pamrih, riya ataupun dipaksa dan dikerjakan dengan khusyu. Disamping itu, shalat juga memberikan pelajaran penting kepada hamba-hamba-Nya. Pertama, shalat mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bersikap tawadhu (rendah hati), dalam arti menerima apa yang Allah berikan dan tidak merasa sombong dari apa yang kita miliki.

Rasa sombong yang dimiliki manusia pada hakikatnya adalah sifat iblis. Karena bagaimanapun iblis tidak akan pernah sujud dan ruku’ patuh tunduk kepada Allah SWT. Maka mental seorang Muslim yang selalu menjalankan kewajiban shalat akan timbul ketawadhuan (rendah hati) dan tidak merasa sombong dengan apa yang dimiliki. Sebab setiap hari, sedikitnya lima kali ia mesti berlatih untuk ruku’ sujud kepada sang pencipta, berlatih mengikis kesombongan yang ada di dalam hatinya. Kedua, shalat mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi yang disiplin. Dengan shalat, seseorang akan terlatih untuk bekerja tepat waktu dan memanfaatkan waktu secara proporsional.

Ketika waktunya bekerja, maka bekerjalah dengan maksimal. Tetapi saat istirahat, maka ambilah waktu istirahat itu dengan sebaik-baiknya. Sebab, jika seluruh waktu digunakan untuk bekerja tanpa nonstop itu sama saja menjatuhkan martabat kemanusiaan kita kepada mesin. Hanya mesin yang tidak mengenal istirahat. Sedangkan manusia, membutuhkan istirahat. Istirahat dari kerja fisik, atau yang sifatnya memeras otak. Dalam waktu istirahat ini, melakukan shalat secara tenang dan penuh konsentrasi (khusyu’), merupakan kenikmatan spesial yang tak terlukiskan, serasa urat-urat syaraf mengendur, kepala dan urat nadi seakan-akan dialiri oleh hawa yang menyegarkan.

Allah membuat perintah kepada manusia justru untuk memberikan jalan kemudahan kepada manusia agar selamat di dunia maupun di akhirat. Demikian pula perintah Allah tentang shalat, banyak sekali manfaatnya, terutama bagi keselamatan dan kesejahteraan manusia, di antaranya yaitu sebagai berikut :

  1. Melalui shalat, Allah SWT akan mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar. (keterangannya bisa dilihat QS Al Ankabut: 45, QS Ali Imran: 134-136, QS Al Maidah: 90: 90-91, QS An Nur: 21, 22, dan QS Asy Syura: 36-38).
  2. Melalui shalat, Allah SWT akan memberikan rahmat, petunjuk, dan keberuntungan. Bisa dilihat dalam Surah An Nur Ayat 56
  3. Melalui shalat, Allah SWT. memberikan Ridha-Nya dan memberikan kesudahan yang baik. Hal itu dijelaskan Allah pada Surah Ar Ra’du Ayat 22.
  4. Melalui shalat, Allah SWT akan menghilangkan rasa khawatir dan sedih pada hamba-Nya. Hal itu dijelaskan pada Surah Al Baqarah Ayat 277
  5. Melalui shalat, Allah SWT akan memberi ampunan, rezeki, dan ketinggian derajat. Hal itu dijelaskan pada Surah Al Anfal Ayat 3-4.
  6. Melalui shalat, Allah SWT akan mencegah manusia dari keluh kesah dan kikir. Hal itu dijelaskan pada Surah Al Ma’arij Ayat 19-23.
  7. Selain menjalankan perintah agama dan mengobati kerinduan jiwa pada Sang Pencipta, shalat juga punya memiliki khasiat menyehatkan jiwa dan jasmani.

Hikmah shalat dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan ketentuan Allah tercantum dalam firman-Nya dan hadis Nabi Muhammad SAW. yang intisarinya adalah sebagai berikut :

  1. Melaksanakan shalat wajib maupun shalat sunah, manusia sejak masih kanak-kanak, remaja, dewasa, tua hingga menjelang wafat dibiasakan selalu mengingat Allah SWT. di mana saja dan kapan saja.
  2. Melalui pelaksanaan (ritual) shalat wajib maupun sunah, manusia diproses agar selalu mengingat perintah Allah dan larangan-Nya. ,
  3. Bukti nyata dari manusia yang selalu melaksanakan shalat dan ingat Allah adalah bahwa dalam kehidupannya senantiasa melakukan hal-hal seperti berikut.
  • Berbuat kebajikan terhadap ibu dan bapak, karib kerabat, tetangga yang dekat maupun tetangga yang jauh, teman sejawat, dan terhadap sesama manusia lainnya. (QS An Nisa: 36, 48 dan QS Al Baqarah: 83, 215)
  • Giat bekerja. (QS Az Zumar: 39, QS At Taubah: 105, dan QS As Saffat: 61)
  • Berupaya untuk tidak berselisih dengan sesama manusia. (QS Ali Imran: 19 dan QS Al Isra: 53)
  • Mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. (QS Ali Imran: 133,134).
  • Berupaya menolong sesama manusia, khususnya fakir miskin dan anak yatim, baik di waktu lapang maupun di waktu sempit (QS Ali Imran: 133,134 dan QS At Talaq: 7)
  • Tidak mencari-cari kesalahan orang lain, buruk sangka, dan tidak mengolok-olok orang lain. (QS Al Hujurat: 11-12)
  • Menghargai pendapat orang lain. (QS Al Hajj: 67, QS An Nur: 41, QS Az Zariyat: 08, dan QS A1 Isra: 84)
  • Berupaya menggalang persatuan dan kesatuan di mana saja berada. (QS Al Baqarah: 136, QS Ali Imran: 84, dan QS Al Mukmin: 52-53).

Sudah seharusnya shalat kita jadikan sebagai fondasi jatidiri seorang muslim sebagai sarana untuk selalu mendekatkan diri dan merendahkan kita dihadapan sang penguasa alam raya ini. menjalankannya dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan serta menanggalkan sejenak dari urusan hiruk pikuk kehidupan dunia ini.

 

Keterangan :

(dirangkum dari berbagai sumber dan di edit seperlunya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Hubungi Kami