Pilu, Janda Dhuafa Hidup Sebatang Kara di Usia Senjanya

Rumah berukuran sekitar 2×4 meter menjadi tempat tinggal seorang Nenek bernama Kanisem (72 tahun). Bangunan rumah ini merupakan bantuan dari paguyuban sosial di Purwokerto. Sementara tanahnya tersebut milik orang lain.

Kini, Mbah Kanisem hidup sebatang kara. Suami dan anak semata wayangnya sudah meninggal dunia. Beliau mengandalkan upah menjadi buruh cuci untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Dapat 20 ribu mas” ucap Mbah Kanisem ketika ditanya upah setiap menggunakan jasanya. “Ngga setiap hari, kadang dua pekan sekali baru ada yang minta cuci” tambahnya.

Sambil berkaca-kaca, beliau juga menceritakan kalau atap rumahnya bocor jika musim hujan seperti sekarang ini. Sementara itu, untuk kamar mandi juga sangat sederhana dan memprihatinkan. Selain itu, ketersediaan air yang belum memadai dan belum adanya WC mengharuskan beliau ke sungai untuk Buang Air Besar. Adapun penerangan listrik di rumahnya masih menumpang ke tetangga.
Siang tadi, tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto mengunjungi rumah beliau. dalam kesempatan tersebut, kami menyalurkan paket sembako untuk mbah Kanisem yg merupakan amanah dari para dermawan. Mudah-mudahan yang sedikit ini bisa membantu meringankan kebutuhan beliau sehari-hari.

Sahabat, mari sisihkan sebagian rezeki kita untuk membantu mbah Kanisem.

Transfer sedekah :
BSI 710 497 8187
Muamalat 563 000 4126

A. N. LAZ Al Irsyad Purwokerto

Semoga Allah SWT mengganti dengan pahala dan kebaikan atas apa yang sahabat berikan dalam membantu sesama. Amiin..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Hubungi Kami